Eritema anulare pada anak

Windy Keumala Budianti, Hanny Nilasari, Siti Aisah Boediardja

Abstract


ABSTRACT Annular lesions are extremely common and striking in appearance but can also be misleading. Differentiating annular lesions can be difficult as there may be considerable clinical and histological overlap between the individual variants. Annular erythema is a descriptive term that encompasses several entities of unknown etiology characterized by circinate polycyclic lesions that extend peripherally from a central focus. Several of the annular erythemas have been associated with an underlying condition, which suggest may represent a hypersensitivity reaction. Hypotheses about the mechanism of annularity focus on the interaction between inflammation cells, mediators and ground substance as foreign antigens diffuse through the skin. The forms of EA are erythema annulare centrifugum, erythema chronicum migrans, erythema marginatum rheumaticum, erythema gyratum atrophicans transient neonatale, eritema anulare pada bayi, dan erythema gyratum repens. The two first forms predominant on childhood, but erythema gyratum repens reported on adults. There is no standard of care, and treatment must begin with exclusion of known precipitating factor. Therefore, a search for and treatment the underlying disorder is the primary therapy. The goals of pharmacotherapy are to reduce morbidity and to prevent complication

ABSTRAK Lesi anular sangat sering dijumpai dalam praktek sehari-hari dengan manifestasi klinis yang sangat jelas, tetapi justru sering mengakibatkan kesalahan dalam menegakkan diagnosis. Terkadang ditemukan kesulitan dalam membedakan beberapa lesi anular, baik secara klinis maupun histopatologis, karena adanya tumpang tindih variasi pada individu. Eritema anulare (EA) merupakan terminologi deskriptif meliputi beberapa kesatuan penyakit dengan etiologi yang tidak diketahui, mempunyai bentuk khas lesi sirsinar polisiklik yang meluas dari bagian sentral ke tepi. Beberapa lesi EA dihubungkan dengan reaksi hipersensitivitas suatu kondisi atau penyakit. Hipotesis terjadinya lesi anular terfokus pada interaksi antara sel inflamasi, mediator, dan substansi dasar, akibat antigen asing berdifusi melalui kulit. Beberapa bentuk EA adalah erythema annulare centrifugum, erythema chronicum migrans, erythema marginatum rheumaticum, erythema gyratum atrophicans transient neonatale, eritema anulare pada bayi, dan erythema gyratum repens. Dua bentuk pertama paling sering ditemukan pada masa anak-anak, sedangkan erythema gyratum repens dilaporkan hanya pada dewasa. Tidak ada terapi standar untuk EA dan penatalaksanaan dimulai dengan menyingkirkan faktor presipitasi, dengan demikian terapi utama adalah menemukan dan mengobati penyakit yang mendasarinya. Tujuan farmakoterapi adalah untuk menurunkan morbiditas dan mencegah komplikasi.

References



Full Text: Full text in Indonesian

Refbacks

  • There are currently no refbacks.